Mengenal Kontrol Risiko dalam ISO 9001 Versi 2015

ISO 9001 terbaru sudah dipublikasikan di tahun 2015 dan proses audit saat ini dilakukan menggunakan standar versi tersebut. Salah satu yang berubah adalah peningkatan prioritas yang mana diberikan ke pemikiran berbasis risiko. Di bawah ini adalah penjelasan yang akan membantu kamu mengenal kontrol risiko dalam ISO 9001 : 2015.

  1. Risiko yang Mungkin Timbul Dalam Organisasi

Risiko pada dasarnya pasti melekat di setiap organisasi apa pun itu bentuk dari organisasi tersebut, baik organisasi profit atau juga organisasi nonprofit. Setiap keputusan serta operasi yang dilakukan akan melibatkan unsur risiko. Ada beberapa contoh risiko untuk suatu organisasi di antaranya sebagai berikut:

  • Risiko reputasi yang diakibatkan kualitas barang maupun jasa buruk
  • Risiko kekerasan yang terjadi di lingkungan kerja
  • Risiko karyawan serta pelanggan dari beberapa masalah kesehatan serta keselamatan
  • Risiko akan bencana misalnya kebakaran serta banjir
  • Risiko lingkungan akan operasional
  • Risiko yang berkaitan dengan peraturan industri
  • Risiko keamanan pada struktur fisik termasuk juga infrastruktur TI akan kejahatan dunia maya
  • Risiko pada keamanan finansial organisasi
  • Perencanaan Manajemen Risiko

Rangkaian aktivitas yang mana dilakukan dalam proses perencanaan manajemen risiko yakni identifikasi risiko, penilaian frekuensi serta dampak risiko, dan penyusunan pada proses mengelola risiko. Manajemen puncak juga perlu mengalokasikan waktu serta sumber daya agar bisa mendukung proses perencanaan manajemen risiko serta mengimplementasikannya pada seluruh organisasi.

Rencana efektif nantinya akan meningkatkan profitabilitas. Selain itu juga bisa mengurangi insiden  mahal serta menciptakan sebuah lingkungan yang lebih aman untuk karyawan dan pihak lainnya di dalam organisasi.

  • Rencana Manajemen Risiko

Rencana dalam manajemen risiko meliputi pembuatan daftar risiko pada area organisasi masing-masing. Selain itu juga melakukan analisa risiko serta menentukan kemungkinan ataupun dampak dari risiko yang timbul. Selanjutnya menentukan langkah dari pengelolaan dari setiap risiko dan melakukan pemantauan dengan peninjauan yang berkelanjutan.

Dengan aktivitas perencanaan dari manajemen risiko, kamu pun bisa memberikan kerangka kerja pada manajemen risiko perusahaan yang mana nantinya akan diminta oleh auditor dan berasal dari badan sertifikasi ISO pada saat mereka mengaudit organisasi kamu.

Nah di atas tadi adalah beberapa penjelasan singkat agar kamu bisa mengenal kontrol risiko dalam ISO 9001 : 2015. Jika kamu memang memerlukan batuan untuk perencanaan dari manajemen risiko maka menghubungi ahlinya sehingga bisa lebih efisien dan sesuai pada standar yang ada.